Lokasi sariawan dapat terjadi di bagian dalam pipi atau bibir, serta di permukaan gusi dan lidah. Sariawan yang tumbuh dapat berjumlah satu atau lebih.
Sariawan umumnya bukan termasuk penyakit yang dapat menular. Namun pada beberapa kasus, luka sariawan bisa disebabkan oleh infeksi virus. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak, seperti pada kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut. Penyakit sariawan kebanyakan dialami oleh remaja usia 10 hingga 19 tahun akibat kurang menjaga kebersihan mulut atau adanya kerusakan pada selaput lendir di rongga mulut. Gejala sariawan yang muncul biasanya tidak parah dan dapat pulih tanpa pengobatan medis dalam waktu satu hingga dua minggu.

Ditinjau oleh: dr. Marianti
Referensi---->
Oral Health Foundation (2018). Mouth Ulcers. 
Landon, et al. (2015). Differential Diagnosis and Management of Oral Ulcers. Semiinars in Cutaneous Medicine and Surgery, 34(4), pp. 171-177. 
Scully, C. Shotts, R. (2001). Mouth Ulcers and Other Causes of Orofacial Soreness and Pain. Western Journal of Medicine, 174(6), pp. 421-424. 
NHS (2018). Health A-Z. Mouth Ulcers. 
Case-Lo, C. Healthline (2016). Stomatitis. 
Mirowski, G. Medscape (2018). Apthous Stomatitis.